#trik_pojok { position:fixed;_position:absolute;bottom:0px; left:0px; clip:inherit; _top:expression(document.documentElement.scrollTop+ document.documentElement.clientHeight-this.clientHeight); _left:expression(document.documentElement.scrollLeft+ document.documentElement.clientWidth - offsetWidth); }

Jumat, 02 November 2012

BAB 4. ABSTRACT CLASS, INTERFACE, INNER CLASS



1.         Abstract Class
Abstract class adalah suatu class yang dinyatakan abstract, umumnya memiliki satu atau abstract method, abstract method adalah suatu method yang belum memiliki implementasi dan menggunakan modifier abstract. Abstract class biasanya dijadikan parent atau super class dari kelas – kelas yang dapat membuat objek, abstract class tidak dapat diinstanisasi.

*         Analogi Inheritance dan Abstract Class :
Inheritence dapat dianalogikan seperti penggolongan kelas, ordo, phylum dalam biologi. Makhluk hidup dapat diturunkan atau diextend atau diperluas (di-inherit) menjadi burung, reptile, ikan dan lain – lain, jenjang penurunan tersebut disebut inheritance.
Kita mengetahui bahwa suatu kelas dapat diinstanisasi menjadi suatu objek, misal kelas manusia dapat diinstanisasi menjadi Joko, Susi, Ari, dan lain – lain, namun kita tidak mungkin dapat menginstanisasi kelas makhluk hidup, maupun kelas hewan, sebab kelas tersebut terlalu umum (abstract), kelas seperti inilah yang desebut sebagai abstract class, apabila class makhluk hidup mempunyai method bernafas, maka kita tidak dapat menentukan (meng-implementasikan) cara makhluk hidup tersebut bernafas, dengan paru – paru, insang atau stomata, dengan demikian kita dapat menyatakan bahwa di dalam kelas makhluk hidup, bernafas merupakan method yang abstract.


2.         Interface
Interface adalah suatu class yang berisi method – method tanpa imlementasi, namun tanpa modifier abstract, apabila suatu interface memiliki atribut, maka atributnya akan berlaku sebagai konstanta (static final).

*         Analogi Interface
Interface dapat dianaligikan sebagai kontrak yang dapat dipakai oleh setiap kelas. Dalam kehidupan nyata kita mengetahui bahwa ada yang bekerja sebagai penyayi, pengacara, pelawak, dsb, tentunya manusia –manusia tersebut selain harus memiliki method standar seorang manusia, juga harus memiliki method yang sesuai dengan pekerjaannya. Dengan demikian untuk membuat seorang objek Joko penyayi kita harus membuat kelas yang merupakan turunan kelas manusia yang mengimplementasikan interface penyayi.

3.         Inner Class
Inner Class adalah kelas yang disisipkan  di dalam kelas yang lain. Fungsi kelas sisipan ini adalah mendukung suatu proses yang akan dijalankan oleh kelas utamanya. Inner Class bersifat tersarang terhadap kelas – kelas utamanya, seperti halnya blok penyeleksian  (if, for) yang tersarang pada blok penyeleksian lainnya atau method yang tersarang pada method lainnya.
*         Analogi Inner Class
Inner Class dapat dianalogikan sebagi hubungan antara manusia dan paru – paru. Setipa manusia pasti bernafas dengan menggunakan paru – paru. Dalam hal ini berarti kinerja dari paru – paru turut mendukung/menetukan kinerja dari manusia. Dalam bahasa pemrograman berorientasi objek manusia dapat dikatakan sebagai outer class dan paru – paru sebagai inner  class-nya.

LANGKAH - LANGKAH PRAKTIKUM 
 A. MEMBUAT PROGRAM MakhlukHidup.java
public abstract class MakhlukHidup {
        protected boolean BisaTerbang = false;
        protected String Nama;
        protected int JlhKaki;

        public MakhlukHidup(String Nama1, int JlhKaki,boolean BisaTerbang1) {
                this.Nama = Nama1;
                this.JlhKaki = JlhKaki;
                this.BisaTerbang = BisaTerbang1;
        }

        abstract void bernafas();

        public void status() {
                        System.out.println("Nama : " +Nama);
                        System.out.println("Jumlah Kaki : " +JlhKaki);
                        System.out.println("Bisa terbang : " +BisaTerbang);
                }
}
 
B. MEMBUAT PROGRAM Manusia.java
public class Manusia extends MakhlukHidup {
        Manusia (String nama) {
                super (nama, 2, false);
        }

        public void bernafas() {
                System.out.println(Nama+ " bernafas dengan menghirup O2");
        }

        public static void main (String [] args) {
                Manusia m = new Manusia ("Sayuti");
                m.status();
                m.bernafas();
        }
}

C. MEMBUAT PROGRAM Tumbuhan.java
public class Tumbuhan extends MakhlukHidup {
        Tumbuhan(String nama) {
                super (nama, 0, false);
        }

        public void bernafas() {
                System.out.println(Nama+ "bernafas dengan mengirup CO2");
        }

        public static void main(String [] args) {
                Tumbuhan t = new Tumbuhan("Bayam");
                t.status();
                t.bernafas();
        }
}
D. MEMBUAT PROGRAM Pekerjaan.java

interface Pekerjaan {
        public void namaPekerjaan();
        public void gaji();
}

E. MEMBUAT PROGRAM Sasya.java
public class Sasya extends Manusia implements Pekerjaan {
        public Sasya() {
                super ("Sasya");
        }

        public void namaPekerjaan() {
                System.out.println("Pekerjaan : Sekretaris");
        }

        public void gaji() {
                System.out.println("Gaji : Rp. 3.000.000");
        }

        public static void main(String[] args) {
                Sasya s = new Sasya();
                s.status();
                s.bernafas();
                s.namaPekerjaan();
                s.gaji();
        }
}

F. MEMBUAT PROGRAM JantungManusia.java
class Orang {
        private int jumlKaki = 2;

        public void dengarBunyiJantung() {
                Jantung j = new Jantung();
                j.bunyiJantung();
        }

        public void tahanNafas() {
                System.out.println("Jantung berhenti berdetak!");
        }

        //inner class
        class Jantung {
                public void bunyiJantung() {
                        System.out.println("deg...deg...deg...");
                }

                public void istirahat() {
                        System.out.println("Silangkan ke "+jumlKaki+" kaki.");
                        tahanNafas();
                }
        }

}

class JantungManusia {
        public static void main(String[] args) {
                Orang o = new Orang();
                Orang.Jantung p = o.new Jantung();
                o.dengarBunyiJantung();
        }
}


 









 





Kamis, 25 Oktober 2012

BAB 3. INFORMATION HIDING, ENCAPSULATION, INHERITANCE, DAN POLYMORHISM

Encapsulation
Latar Belakang Encapsulation
Vendor perangkat lunak computer merahasiakan source code produknya, user hanya diberitahu melalui manual cara menggunakan produknya. Programmer java pun tidak perlu mengetahui
bagaimana rinci source code dari modul antarmuka referensi (API), programmer hanya perlu tahu return value dan parameter milik method-methodnya, atau hanya perlu tahu parameter milik constructor- constructornya.
Information Hiding dan Encapsulation
Information Hiding adalah menyembunyikan attribute suatu objek dari objek lain. Encapsulation adalah menyembunyikan method suatu objek dari objek lain. Attribute maupun method disembunyikan dengan cara memberikan modifier private. Method dalam kelas yang sama, yang memberikan nilai pada attribute private disebut method setter, sedangkan method masih dalam kelas yang sama, yang mengambil nilai dari attribute private disebut getter.
Pewarisan (inheritance)
Semua class dalam Java, termasuk class yang membangun Java API, merupakan subclass dari superclass Object.
Contoh dari hierarki class :
http://ilovecico.files.wordpress.com/2010/04/srt.jpg?w=300&h=140
Superclass
Adalah class yang letaknya di atas class tertentu di dalam hierarki.
Subclass
Adalah class yang letaknya di bawah class tertentu        di dalam hierarki.
Meng-override method
—        Jika sebuah subclass menginginkan implementasi yang berbeda terhadap method dari superclassnya, maka salah satu caranya dapat dilakukan dengan meng-override method bersangkutan.
—        Sebuah subclass dapat meng-override method superclassnya dengan menyediakan sebuah implementasi baru untuk method tersebut.
Polymorphism
Kemampuan sebuah variabel reference untuk merubah behavior sesuai dengan apa yang dipunyai object.
polymorphism membuat objek-objek yang berasal dari subclass yang berbeda, diperlakukan sebagai objek-objek dari satu superclass. Hal ini terjadi ketika memilih method yang sesuai untuk diimplementasikan ke objek tertentu berdasarkan pada subclass yang memiliki method bersangkutan.
Untuk menjelaskan polymorphism, mari kita bahas sebuah contoh.
—        Pada contoh sebelumnya, kita diberikan parent class yaitu Person dan subclassnya adalah Student, sekarang kita tambahkan subclass lainnya dari Person yaitu Employee
Dalam Java, kita dapat membuat referensi dari suatu superclass ke object dari subclassnya.
 A. MEMBUAT PROGRAM SuperClass.java
public class SuperClass{
          public SuperClass() {
                   System.out.println("Ini konstruktor milik SuperClass");
          }

          public void methodSuperClass() {
                   System.out.println("Ini method milik SuperClass");
          }
}
A.  MEMBUAT PROGRAM SubClass.java
public class SubClass extends SuperClass {
          public SubClass() {
                   super ();
          }

          public void methodSubClass() {
                   super.methodSuperClass();
          }
}
B.  MEMBUAT PROGRAM DemoInheritance.java
public class DemoInheritance{
          public static void main(String[] args) {
                   SubClass sc = new SubClass();
                   sc.methodSubClass();
          }
}
C.  MEMBUAT PROGRAM Persegi.java
public class Persegi {

          private double panjang;                                     //atribut yang di sembunyikan
          private double lebar;                                //atribut yang di sembunyikan
          private double tinggi;                              //atribut yang di sembunyikan

          public Persegi() {
                   panjang = 0;
                   lebar = 0;
          }

          private double luas(double p,double l) {
                   return p*l;
          }

          public void setPanjang (double panjang1) {
                   this.panjang = panjang1;
          }

          public void setLebar(double lebar1) {
                   this.lebar = lebar1;
          }

          public double getPanjang() {
                   return panjang;
          }

          public double getLebar() {
                   return lebar;
          }

          public double getLuas() {
                   return luas(panjang, lebar);
          }
}
D.  MEMBUAT PROGRAM MainPersegi.java
public class MainPersegi {
          public static void main(String[] args) {
                   Persegi pg = new Persegi();
                   pg.setPanjang(10);
                   pg.setLebar(20);

                   System.out.println("Panjang : "+pg.getPanjang());
                   System.out.println("Lebar : "+pg.getLebar());
                   System.out.println("Luas : "+pg.getLuas());
          }
}
E.  MEMBUAT PROGRAM Karyawan.java
abstract class Karyawan {
          int gaji;
          Karyawan() {
                   gaji = 1000000;
          }

          int getGaji() {
                   return gaji;
          }

          abstract void naikGaji();
}
F.   MEMBUAT PROGRAM Manager.java
class Manager extends Karyawan {
          Manager() {
                   gaji +=2000000;
          }

          void naikGaji() { gaji+=3000000; }
}
G.  MEMBUAT PROGRAM Receptionist.java
class Receptionist extends Karyawan {
          Receptionist() {
                   gaji +=1000000;
          }

          void naikGaji() { gaji+=1000000; }
}
H.  MEMBUAT PROGRAM Plymorphisme.java
class Polymorphisme {
          public static void main(String[] args) {
                   Karyawan K[] = new Karyawan[3];

                   K[0] = new Manager();
                   K[1] = new Receptionist();
                   K[2] = new Manager();

                   for (int i=0;i<3;i++)
                             System.out.println("Gaji karyawan "+i+" adalah "+K[i].getGaji());

                   for (int i=0;i<3;i++)
                             K[i].naikGaji();

                   for (int i=0;i<3;i++)
                             System.out.println("Gaji sekarang "+i+" adalah "+K[i].getGaji());
          }
}